Khamis, 17 September 2009

Kad Raya Untuk Dia...





Jika ada silap dan salah...
Aku susun semua jari...
Meminta ampun dari Allah...
Dan juga sahabat andai...

Moga Aidilfitri kali ini...
Memberi seribu erti...
Dalam mengerjakan kehidupan...
Agar semua dirahmati...
Dan di redai selamanya...


Selamat Hari Raya Aidilfitri...
Ramadhan jangan lupa...
Kerana Ia mengajar...
Erti hidup susah...
Kerana lepas ini...
Semua sentiasa dalam kesenangan...

Rabu, 16 September 2009

Layakkah Aku Di Maafkan...

Ya Allah...
Telah Kau curahkan nikmat demi nikmat...
Telah kau ganti bulan demi bulan...
Kau hilangkan kepayahan...
Kau ganti kemenangan...
Hingga alpa memeluk jasad...
Supaya terus melangkah...
Mencari sinar keagungan...

Ya Allah...
Telah berlalu bulan yang Kau turunkan Al-Quran...
Kau ganti bulan kemenangan pada KalifahMu...
Aku hanya mampu menangis...
Meratapi kekalahan dalam perjuangan...
Maafkan aku andai itu melukakanMu...
Kerana aku hanya hamba...
Tidak mampu berjuang seperti KalifahMu...

Ya Allah...
Maafkanlah aku...
Layakkah aku dimaafkan...
Walaupun aku tahu...
Engkau Maha Pengampun...
Lagi Maha Pengasihani...

Ya Allah...
Maafkanlah aku...
Aku hadapkan mukaku...
DihadapanMu...
Maafkanlah aku...
Jika Engkau tidak memaafkan hambaMu ini...
Siapa lagi...
Sedangkan aku adalah hambaMu...

Selasa, 15 September 2009

Diamlah Aku Di Dalam Neraka 2...

Bangkit dari mimpi alpa...
Terbayang wajah dicermin kaca...
Rindu mendakap cinta di ikat...
Bertandang bersua di alas sejadah...
Muka ditadah kehadapan Dia...

Dosa terhapus angkara Thaubat...
Bermain kerianganlah semasa berlayar...
Memintas ombak tersenyum pula...
Sehingga alpa bertandang muka...
Muka tercalar dosa dipikul...

Tidak sedar bahaya menimpa...
Ada batu dirempuh jua...
Telah dikata jangan lupa...
Batu itu ada dimana mana...
Walaupun kau kekasihNya...

Kerana aku telah menerima...
Azab dari yang maha Esa...
Setelah aku menduakanNya...
Kini diamlah aku didalam neraka...

Isnin, 14 September 2009

Diamlah Aku Di Dalam Neraka...

Bagai lalang diri ditiup...
Kekiri kekanan ikut alunan...
Dibawa angin menari kealpaan...
Umpama diriku dibisik perawan...

Hilang Dia timbul wajah dia...
Mendakap bayang mengaku Dia...
Asyik memeluk lupa segala...
Dosa Pahala dianggap sama...

Tergelincir jalan menuju neraka...
Tidak tersedar bahaya menimpa...
Ada menarik ditolak pula...
Apa perlu dikata...
Jika tempat diamku di dalam neraka...

Sabtu, 12 September 2009

Berdosalah Aku Menipu...

Aku berlari laju...
Meninggalkan semua pergi...
Berlalu masa hampir ketemu...
Aku pasrah menghadapi itu...

Kau ku cinta...
Hanya dalam hati ku berkata...
Tapi bagaimana...
Untuk aku meluahkan rasa...
Rasa cinta kepadaMu...
Apabila aku mencintai isteriku...

Perlukah aku menipu...
Menipu isteriku...
Demi cintaku padaMu...

Jumaat, 11 September 2009

Aku Hanya Hamba...

Aku mencari dalam gelap...
Lalu aku suluh supaya terang...
Lantas aku berlari mendapatkan siang...
Namun gelap juga yang dibawa pulang...

Pasrah hati berlari pergi...
Mencari diri umpama mati...
Tiada apa malah diselubungi...
Diselubungi bayang-bayang kerinduan...
Merobek jasad agar terang...
Tetap gelap tiada terang...

Barulah aku mengerti siapa aku...
Tidak seperti dirimu sentiasa dibantu...
Supaya engkau teguh kepadaNya...
Berjuang hingga ke hunjung nyawa...

Sesunggguhnya engkau kekasihNya...
Kerana engkau adalah kalifahNya...
Dan sesungguhnya aku tidak layak...
Menjadi kekasihNya...
Kerana aku hanya hamba...

Rabu, 9 September 2009

Berakhirlah Sebuah Pelayaran...

Terlena dibuai ombak...
Belayarlah kapal dengan sendiri...
Sehingga lupa arah distinasi...
Ke kanan ke kiri...
Tetap lena dibuai mimpi...

Akhirnya kapal terhenti...
Terpacak batu berdiri ditengah...
menggegarkan permukaan...
meruntuhkan tiang...
Merobek sayap...
Tetap lena dibuai mimpi...

Asyiknya dibuai...
Tidak sedar bahaya menimpa...
Walau tidak terpejam mata...
Lantas dia berkata...
Berakhirlah sebuah pelayaran...
Jika engkau tidak membawanya...

Selasa, 8 September 2009

Aku Dalam Kesesatan…

Cairkanlah cinta…
Agar mudah mengalir dalam jiwa…
Menyerap bagai darah…
Menghidupkan kembali jasad yang parah…
Ditusuk sembilu dosa-dosa…
Yang kian menghilang arah…

Kau Allah…
Mampu membelah langit…
Kau juga mampu…
Mengubah diri penuh dosa…
Kembali sujud kepadaMu…

Ubahlah aku…
Yang kehausan cintaMu…
Agar pulih ingatan…
Kembali kepangkuan…
Setelah sekian lama…
Terperangkap dalam kegelapan…

Kau Allah…
Aku sentiasa menunggu…
Cinta dariMu…
Setelah sekian lama…
Aku dalam kesesatan…
Agar kembali kepangkuan…

Aku dalam kesesatan…
Tanpa cinta dariMu…
Aku dalam kesesatan…
Menunggu jawapan dariMu…

Aku sesat dalam perjalanan…
Ingin melihatMu…

Isnin, 7 September 2009

Bagaimana Wajah Dia...

Semua bercerita tentang Dia...
Bagaikan telah terpahat wajahNya...
Dibenak hati hati mereka....
Adakah benar atau dusta...

Siapa telah melihat Dia...
Katakan tanpa dusta...
Bagaimana wajahNya...
Agar tenang jalan cahaya...

Aku melihat semua berbicara...
Seperti telah melihat Dia...
Sedangkan aku merangkak mencari Dia...
Katakan tanpa dusta...
Bagaimana wajah Dia...

Semua berkata...
Seperti telah melihat Dia...
Pelik melihat ragam manusia...
Sentiasa berdusta...
Seperti telah melihat Dia...
Sedangkan hanya Dia...
Mengetahui wajahNya...

Jumaat, 4 September 2009

Perlukah Diam Setelah Diberi...

Ingin berkata suara tiada...
Tidak tenteram tanpa Dia...
Sepi hidup bermaharaja pula...
Jika itu ketentuanNya...
Tiada suara tidak mengapa...

Suatu hari bakal tiba...
Membuatkan sepi tanpa kata...
Bukan itu sahaja...
Membutakan mata memekakkan telingga...
Sehingga tiada apa yang ada...
Akhirnya menentukan siapa disisiNya...

Lantas hari itu...
Aku sujud menggengam dosa...
Kerana tidak bersuara...
Melaungkan namaNya...
Di hari ini...
Apabila diberi suara...
Untuk bersyukur kepadaNya...

Rela Aku Tersepit Ditempat Sempit...

Biarlah aku tersepit...
Terperangkap ditempat sempit...
Dari aku tersepit...
Terperangkap ditempat luas...

Apabila tersepit...
Ditempat yang sempit...
Aku hanya perlu menunggu...
Dia datang menyelamatkan aku...
Kerana aku mengerti...
Aku tidak akan bebas...
Walaupun ikatan itu terlepas...

Tetapi apabila tersepit...
Ditempat yang luas...
Aku akan meronta kemarahan...
Agar Dia membukakan ikatan...
Kerana aku mengerti...
Aku akan terbang bebas...
Jika ikatan itu terlepas...

Kini barulah aku mengerti...
Kesabaran tiada ditempat luas...
Kerana aku telah tersepit...
Terperangkap ditempat luas...

Ujian dari Dia...
Supaya aku mengenal...
Siapa aku disisi Dia...
Siapa Dia disisi aku...

Adakah aku akan mengenal...
Apabila terlepas nanti...

Khamis, 3 September 2009

Cinta Kau Aku Untuk Dia...

Kau aku melangkah...
Seiringan mencari setia...
Meredah segala bencana...
Ketemu rahsia demi rahsia...

Kerana itu kau aku...
Menolak satu sama lain...
Berpisah bermusuh bertengkar...
Merebut cinta kerana Dia...

Perjalanan menyusur laju...
Kau aku berpisah akhirnya...
Sehingga kau aku mati...
Yang tinggal hanya Dia...

Rabu, 2 September 2009

Belayar Mencari Penawar 4...

Erat kasih bersimpul resah...
Membenam riak tersungkur rebah...
Melipat rapat sujud menyembah...
Hanya diriMu tempat menadah...
Agar berakhir dengan mudah...

Dimana diriMu aku menunggu...
Mereka sering menghina mengganggu...
Bantulah aku... aku termanggu...
Hanya diriMu tempat mengadu...
Agar berakhir dengan sabarMu...

Dimana tempat dimana kini...
Jauh meredah melangkah kaki...
Tersesat jalan meminta simpati...
Hanya diriMu tempatku mati...
Agar berakhir dengan abadi...

Hanya Engkau maha tahu...
Aku hadir kerana diriMu...
Kerana Engkau menciptakan aku...
Perlukah aku alpa kepadaMu...

Hanya Engkau maha tahu...
Kerana Engkau menciptakan aku...
Menjadi Kalifah untuk diriMu...
Tapi aku hanya hambaMu...
Tidak layak menjadi KalifahMu...

Hanya Engkau maha tahu...
Sesungguhnya hanya Engkau tahu...
Aku insan buta tuli bisu...
Tidak layak berada disisiMu....
Walau berlayar mencari penawarMu...

Selasa, 1 September 2009

Titisan Dari Langit...

Titisan mencurah berlegar dari wajah…
Melukis keresahan dalam perjalanan…
Memberi impak penguat pegangan…
Agar berakhir dengan kebahagiaan…

Kelam mendung membias bayangan…
Melihat cermin dari cermin diri…
Memantulkan kalimah Tiada… Tiada…
Agar dia mengerti akan perjuangan…

Dakaplah DiriNya…
Peluk erat penuh disanubari…
Hujan menitis mengerti akhirnya…
Apakah daya rahmatNya menyusuli…
Memberi tanpa melihat diri…
Agar mengerti siapa diriNya…

Engkaulah Wujud…
Wujud Engkau Wujud aku disini…
Engkaulah Wujud…
Wujud Engkau sujud aku disini…
Membawa aku menari kebebasan…
Di alam tidak siapa mengetahui…
Hanya Engkau Maha Memahami…
Mengapa aku menari dalam kebasahan…
Apabila hujan turun lagi dihari ini…