Memaparkan catatan dengan label Diamlah Aku Di Dalam Neraka. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Diamlah Aku Di Dalam Neraka. Papar semua catatan

Rabu, 5 Januari 2011

Diamlah Aku Di Dalam Neraka 3... (Aku Pendosa)

Sayup-sayup merdu
Angin bayu melambai di penjuru
Menyempurnakan gelora rindu
Menyematkan cinta di kalbu

Dari jauh
Ku terdengar suara engkau memanggilku
Namun apa daya aku
Tidak mampu berganjak ke situ
Andai halus-halus debu
Terpalit rapat dibenak jiwa ku

Ingin sekali aku merayu
Ringinkanlah beban dibahu
Tidak terangkat, terpikul dosa berbatu
Berat hingga terjunam ke situ

Andainya aku kaku
Diam dan bernokth di situ
Sememangnya ini mahuku
Tidak akan ku salahkan takdir penentu hidupku
Setelah diberi peluang kembali padaMu

Akulah pendosa melahirkan rasa pilu

Selasa, 15 September 2009

Diamlah Aku Di Dalam Neraka 2...

Bangkit dari mimpi alpa...
Terbayang wajah dicermin kaca...
Rindu mendakap cinta di ikat...
Bertandang bersua di alas sejadah...
Muka ditadah kehadapan Dia...

Dosa terhapus angkara Thaubat...
Bermain kerianganlah semasa berlayar...
Memintas ombak tersenyum pula...
Sehingga alpa bertandang muka...
Muka tercalar dosa dipikul...

Tidak sedar bahaya menimpa...
Ada batu dirempuh jua...
Telah dikata jangan lupa...
Batu itu ada dimana mana...
Walaupun kau kekasihNya...

Kerana aku telah menerima...
Azab dari yang maha Esa...
Setelah aku menduakanNya...
Kini diamlah aku didalam neraka...

Isnin, 14 September 2009

Diamlah Aku Di Dalam Neraka...

Bagai lalang diri ditiup...
Kekiri kekanan ikut alunan...
Dibawa angin menari kealpaan...
Umpama diriku dibisik perawan...

Hilang Dia timbul wajah dia...
Mendakap bayang mengaku Dia...
Asyik memeluk lupa segala...
Dosa Pahala dianggap sama...

Tergelincir jalan menuju neraka...
Tidak tersedar bahaya menimpa...
Ada menarik ditolak pula...
Apa perlu dikata...
Jika tempat diamku di dalam neraka...