Memaparkan catatan dengan label Kehausan Di Padang Kerinduan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Kehausan Di Padang Kerinduan. Papar semua catatan

Jumaat, 22 Oktober 2010

Kehausan Di Padang Kerinduan 3…

Aku mengikuti arusnya...
Setitik demi setitik...
Mencari awan yang bersembunyi...
Dibalik kabus pelangi malam...

Aku keliru berwajah suram...
Kehausan belaian rindu dariMu...
Kering kontang di padang...
Umpama lalang berwarna perang...
Tinggal aku menjadi tanah...

Sekian lama aku musafir...
Kehausan di padang kerinduan...
Ingin sekali aku melihat...
Kuntuman bunga mekar menjadi taman...
Menghias dunia dengan senyuman...
Tanpa duka nestapa tanpa dosa...

Namun matahari semakin membahang...
Mengalahkan bulan purnama dan bintang...
Besarnya matahari kecilnya bulan...
Umpama syurga neraka penghuninya...

Ya Allah...
Akukah sebahagian darinya...
Yang kau campakkan didalam neraka...
Jika aku...
Sesungguhnya Kau Maha Adil dalam menghukum...

Jumaat, 15 Oktober 2010

Kehausan Di Padang Kerinduan 2…

Menitis air dari awan...
Melegakan kehausan...

Hari ini...
Lautan bergelora...
Bahtera seakan...
Hilang kawalan...
Terkapai-kapai...
Mencari pelabuhan...

Rintik-rintik mulai turun...
Membasahkan perjalanan...

Biarlah...
Ia tidak akan...
Mengganggu pelayaran...
Mengalirnya ia...
Tanda penghargaan...
Kunci kejayaan...

Berpecah-pecahnya titisan...
Akhirnya menjadi lautan...

Dari satu...
Titisan menitis...
Melegakan pengembara...
Yang kehausan dipadang...
Kerinduan...

Walaupun...
Ditemani...
Beribu tenteranya...
Yang telah pergi...

Jumaat, 31 Julai 2009

Kehausan Di Padang Kerinduan…

jasad mengharungi ombak duri...
amat menyeksakan...
payah melaksanakan...
jatuh bangun acapkali hiba...
merenung kembali...
penghargaan diberi...

jasad terkontang kanting...
mencari arah kembali...
menyelongkar setiap pesegi...
buntu mengundang pasrah ditemui...
seksa tidak lagi terasa...
apabila rindu diucapkan lagi...

Kau bidadari...
seringkali hadir menyeliputi...
gelap jasad kehausan...
memberi penawar merentas...
gelora ombak mengganas...
penat tidak lagi terasa...
apabila rindu meronta ingin kembali...

bersatu denganMu bagi satu igauan...
menakutkan...
apabila mati adalah pilihan...
jalan terakhir untuk penggembara...
kehausan ditengah padang kerinduan...

Jasad berlari mencari titisan embun...
walaupun setitis...
tetap melegakan penggembara di padang kerinduan...
mampu bangkit kembali...
apabila ditemani beribu-ribu...
tenteraNya yang telah mati...