Tatkala aku beradu dilautan samudera...
Ku saksikan berjuta rintik-rintik berjujuran jatuh...
Lautan yang tenang bertukar rentak...
Tatkala itu juga, ku rasakan tipis...
Tipis untuk ku menempis...
Bibirku bertaut rapat...
Ingin dibuka apa kalimahnya...
Ingin dicari apa maksudnya...
Namun diam menjadi selendang...
Disarung bagaikan kapan...
Datang pula bidadari jelita...
Membawa seutas rantai...
Bukan untuk disarung...
Bukan untuk ditayang...
Hanya sengaja dibawa...
Agar aku ingat...
Rindu semalam...
Memaparkan catatan dengan label Semalam Aku Mencuit Rindu. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Semalam Aku Mencuit Rindu. Papar semua catatan
Rabu, 10 November 2010
Sabtu, 30 Oktober 2010
Semalam Aku Mencuit Rindu 2...
Malam yang semakin kelam...
Ombak berkocak kencang...
Menampar bahtera...
Agar tidak lena dibuai mimpi...
Kau datang mengetuk pintu...
Menghilangkan resah, gundah dihatiku...
Menjelmalah cahaya cinta...
Mencuit-cuit ruang kosongku...
Agar penuh bulatan rindu...
Semalam hembusan angin...
Membawa haruman bunga...
Mengukir kalimah rindu dikelopaknya...
"Kau datang, aku hilang...
Mencari-cari wajah, hanya cahaya jua menjelma...
Ingin bersua, rupanya sekian lama...
Cinta telah berbunga, bunga cinta...
Siang berganti malam, begitu juga malam bertukar siang...
Sama, beza hanya gelap, terangnya...
Jika aku di ombak laut...
Kau juga pasti ada disini..."
Kau bergerak...
Mengerakkan bahtera...
Aku layu terpaku...
Kau gerakkanlah aku...
Akulah bahtera...
Tanpa nakhoda...
Ibarat mati, tidak akan berdiri...
Ombak berkocak kencang...
Menampar bahtera...
Agar tidak lena dibuai mimpi...
Kau datang mengetuk pintu...
Menghilangkan resah, gundah dihatiku...
Menjelmalah cahaya cinta...
Mencuit-cuit ruang kosongku...
Agar penuh bulatan rindu...
Semalam hembusan angin...
Membawa haruman bunga...
Mengukir kalimah rindu dikelopaknya...
"Kau datang, aku hilang...
Mencari-cari wajah, hanya cahaya jua menjelma...
Ingin bersua, rupanya sekian lama...
Cinta telah berbunga, bunga cinta...
Siang berganti malam, begitu juga malam bertukar siang...
Sama, beza hanya gelap, terangnya...
Jika aku di ombak laut...
Kau juga pasti ada disini..."
Kau bergerak...
Mengerakkan bahtera...
Aku layu terpaku...
Kau gerakkanlah aku...
Akulah bahtera...
Tanpa nakhoda...
Ibarat mati, tidak akan berdiri...
Khamis, 23 September 2010
Semalam Aku Mencuit Rindu...
Dalam kelam-kelam malam...
Bahtera bergerak sayu...
Tiada ombak tiada bintang...
Yang ada hanya aku...
Kau jelmalah sayang...
Aku resah bila...
Kau hilang...
Mencuit-cuit kalbu, Bukannya sikit...
Rinduku mencuit kenangan lalu...
Jika, Kau datang...
Aku pula hilang...
Ingin bersua, Sayang aku yang tiada...
Ingin dicari rupanya disini...
Hilanglah malam, Berganti siang...
Semalaman menggigil ketakutan...
Aku mencuit rindu dilautan...
Menatap bayang dibalik cermin...
Pasti disini, Bukan disana...
Hentikan bahtera, Biar terpaku kaku...
Dia bergerak bukan aku...
Semalam aku mencuit rindu...
Pada mimpi-mimpi yang lalu...
Bahtera bergerak sayu...
Tiada ombak tiada bintang...
Yang ada hanya aku...
Kau jelmalah sayang...
Aku resah bila...
Kau hilang...
Mencuit-cuit kalbu, Bukannya sikit...
Rinduku mencuit kenangan lalu...
Jika, Kau datang...
Aku pula hilang...
Ingin bersua, Sayang aku yang tiada...
Ingin dicari rupanya disini...
Hilanglah malam, Berganti siang...
Semalaman menggigil ketakutan...
Aku mencuit rindu dilautan...
Menatap bayang dibalik cermin...
Pasti disini, Bukan disana...
Hentikan bahtera, Biar terpaku kaku...
Dia bergerak bukan aku...
Semalam aku mencuit rindu...
Pada mimpi-mimpi yang lalu...
Langgan:
Catatan (Atom)





