Kasih
Andai madah pujanggaku
Tiada erti bagimu
Tetap jua, ingin ku sampaikan
Rasa gelora cintaku padamu
"Engkau pemberi rindu
Tanamkan rindu dijiwaku
Biar, biar aku gila merinduimu
Janganlah engkau biarkan aku
Kaku tanpa secebis rindu padamu"
Kasih
Walau madah pujanggaku
Tidak sehebat angin bayu
Tetap jua, akan ku terbangkan
Warkah cintaku padamu
"Mungkin, aku alpa disaat lalu
Memetik bunga, bunga palsu
Namun jangan biarkan aku
Kerana aku tidak tahu
Dimana distinasi tuju"
Kasih
Tatkala madah pujanggaku
Melakarkan kalimah rindu
Disaat itu jua, ombak datang bertalu
Melenyapkan segala, pulang padamu
Memaparkan catatan dengan label Terimalah Warkah Cintaku. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Terimalah Warkah Cintaku. Papar semua catatan
Jumaat, 17 Disember 2010
Jumaat, 15 Oktober 2010
Terimalah Warkah Cintaku 4... (Kias Pujangga)
Melirik madah...
Bahasa-bahasa pujangga cinta...
Namun rindu...
Menyelam pilu, menghempit jiwa...
Tidak terdaya...
Menghias pujangga ditengah lautan...
Kerana ombak...
Seringkali dahaga belaian rindu...
Kerana...
Nyata imaginasi...
Kerana...
Nyata tiada...
Tinggallah rindu...
Kekasih...
Terimalah warkah cintaku...
Walau tiada kata-kata...
Indah bunga...
Hanya rindu dilepaskan...
Bibit-bibit cinta...
Kian tercalar...
Dihiris bayang yang kelam...
Bahasa-bahasa pujangga cinta...
Namun rindu...
Menyelam pilu, menghempit jiwa...
Tidak terdaya...
Menghias pujangga ditengah lautan...
Kerana ombak...
Seringkali dahaga belaian rindu...
Kerana...
Nyata imaginasi...
Kerana...
Nyata tiada...
Tinggallah rindu...
Kekasih...
Terimalah warkah cintaku...
Walau tiada kata-kata...
Indah bunga...
Hanya rindu dilepaskan...
Bibit-bibit cinta...
Kian tercalar...
Dihiris bayang yang kelam...
Rabu, 25 Ogos 2010
Terimalah Warkah Cintaku 3... (Memendam Cinta)
Lama ku pendam...
Warkah bermadah cinta...
Ingin dicoret pada mutiara...
Namun tak terdaya...
Menyelam kedasarnya...
Mewarna rindu...
Pada pelangi...
Apa dayaku...
Itu tidak akan...
Berseri seperti azali...
Kekasih...
Perlukah aku berpuisi...
Agar tahu isi hati...
Sedang aku bukanlah...
Sasterawan berilmu tinggi...
Aku juga tak terdaya...
Belayar ditengah lautan...
Untuk mengukir pujangga...
Yang aku bisa...
Menangis ditengah laman...
Itu pun jika...
Diberi kesempatan...
Kau terima...
Atau tidak...
Tetap serupa...
Aku tetap tiada...
Jika...
Kau buang aku...
Bersama warkah-warkah...
Cinta rinduku...
Sedang aku tak punya apa...
Warkah bermadah cinta...
Ingin dicoret pada mutiara...
Namun tak terdaya...
Menyelam kedasarnya...
Mewarna rindu...
Pada pelangi...
Apa dayaku...
Itu tidak akan...
Berseri seperti azali...
Kekasih...
Perlukah aku berpuisi...
Agar tahu isi hati...
Sedang aku bukanlah...
Sasterawan berilmu tinggi...
Aku juga tak terdaya...
Belayar ditengah lautan...
Untuk mengukir pujangga...
Yang aku bisa...
Menangis ditengah laman...
Itu pun jika...
Diberi kesempatan...
Kau terima...
Atau tidak...
Tetap serupa...
Aku tetap tiada...
Jika...
Kau buang aku...
Bersama warkah-warkah...
Cinta rinduku...
Sedang aku tak punya apa...
Isnin, 22 Mac 2010
Terimalah Warkah Cintaku 2...
Aku tak berdaya...
Menahan ombak ditengah lautan...
Kerna aku bukan penciptanya...
Aku tak berdaya...
Menempis hujan ditengah laman...
Kerna aku tiada apa...
Nyata aku tidak sehebat dia...
Tidak mampu menandingi dia...
Nyata aku tiada apa untuk dibangga...
Tidak seperti dia, ada segalanya...
Kekasih,
Terimalah Warkah Cintaku...
Walau tidak sehebat...
Engkau mengutuskan kata...
Aku bukanlah sasterawan...
Aku hanya pungguk kerinduan...
Ditengah lautan...
Kekasih,
Terimalah Warkah Cintaku...
Walau tiada baris berbunga...
Tiada lenggok tarinya...
Aku bukanlah sasterawan...
Aku hanya manusia kesepian...
Ditengah kegersangan...
Aku rindu menatap...
Pada baris-baris...
Penuh kerahsiaan...
Agar mengenal...
Huruf demi huruf...
Menahan ombak ditengah lautan...
Kerna aku bukan penciptanya...
Aku tak berdaya...
Menempis hujan ditengah laman...
Kerna aku tiada apa...
Nyata aku tidak sehebat dia...
Tidak mampu menandingi dia...
Nyata aku tiada apa untuk dibangga...
Tidak seperti dia, ada segalanya...
Kekasih,
Terimalah Warkah Cintaku...
Walau tidak sehebat...
Engkau mengutuskan kata...
Aku bukanlah sasterawan...
Aku hanya pungguk kerinduan...
Ditengah lautan...
Kekasih,
Terimalah Warkah Cintaku...
Walau tiada baris berbunga...
Tiada lenggok tarinya...
Aku bukanlah sasterawan...
Aku hanya manusia kesepian...
Ditengah kegersangan...
Aku rindu menatap...
Pada baris-baris...
Penuh kerahsiaan...
Agar mengenal...
Huruf demi huruf...
Jumaat, 19 Februari 2010
Terimalah Warkah Cintaku...
Mewarnakan kanvas berwarna pelangi...
Tidak berdaya digantung tinggi...
Kerna nyata aku tidak reti berimaginasi...
Melirik ombak dipulau langkawi...
Tidak berdaya melenggokkan jari...
Kerana nyata aku tidak reti menari...
Kekasih...
Warkah cintaku tidak berseri...
Tanpa ada lenggok tari...
Izinkan aku berpuisi...
Menulis sekadar melepas rasa hati...
Aku bukannya berdeklamasi...
Aku hanya menghiburkan hati...
Agar dapat aku menjejaki...
Dalam bibit-bibit tanpa riak dihati...
Kekasih...
Terimalah warkah cintaku ini...
Walaupun tidak sehebat Dia melenggkkan tari...
Aku tetap akan menulis warkah cinta ini...
Agar kau mengerti...
Aku merindui sepanjang pejalanan ini...
Aku bukanlah sasterawan berilmu tinggi...
Aku hanyalah manusia yang mencari...
Arah untuk aku menjejaki...
Seperti Dia sentiasa melepasi...
Rintangan dugaan Mu Illahi...
Tidak berdaya digantung tinggi...
Kerna nyata aku tidak reti berimaginasi...
Melirik ombak dipulau langkawi...
Tidak berdaya melenggokkan jari...
Kerana nyata aku tidak reti menari...
Kekasih...
Warkah cintaku tidak berseri...
Tanpa ada lenggok tari...
Izinkan aku berpuisi...
Menulis sekadar melepas rasa hati...
Aku bukannya berdeklamasi...
Aku hanya menghiburkan hati...
Agar dapat aku menjejaki...
Dalam bibit-bibit tanpa riak dihati...
Kekasih...
Terimalah warkah cintaku ini...
Walaupun tidak sehebat Dia melenggkkan tari...
Aku tetap akan menulis warkah cinta ini...
Agar kau mengerti...
Aku merindui sepanjang pejalanan ini...
Aku bukanlah sasterawan berilmu tinggi...
Aku hanyalah manusia yang mencari...
Arah untuk aku menjejaki...
Seperti Dia sentiasa melepasi...
Rintangan dugaan Mu Illahi...
Langgan:
Catatan (Atom)





