skip to main
|
skip to sidebar
Belayar Mencari Penawar
Social Icons
Selasa, 3 September 2013
Laut...
Langit itu mengeluarkan air
mengalir;
Ibarat langit itu laut
ia masih berpaut.
Jika ia turun
hujan, basah lencun;
Ia berpusing
membuang kotor yang berdesing.
0 ulasan:
Catat Ulasan
Catatan Terbaru
Catatan Lama
Laman utama
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Dikuasakan oleh
Blogger
.
jika selautan penuh berada di tapak tangan, akan diserahkan untuk menunjukkan kasih sayang, namun ditapak tangan ini kosong, biarpun ianya kosong, bukan bermakna ia tiada kasih sayang... cuma, kau tidak ingin lihat dengan adanya...
Popular Posts
Berakhirlah Sebuah Pelayaran...
Terlena dibuai ombak... Belayarlah kapal dengan sendiri... Sehingga lupa arah distinasi... Ke kanan ke kiri... Tetap lena dibuai mimpi... Ak...
Aku Mencari DiriMu...
Aku mencari diriMu... Dalam jaga mahupun terlena... Walaupun payah tetap mencari... Asalkan tidak rugi... Ditelan usia makin menyepi... Aku ...
Kad Raya Untuk Dia...
Jika ada silap dan salah... Aku susun semua jari... Meminta ampun dari Allah... Dan juga sahabat andai... Moga Aidilfitri kali ini... Member...
Cahaya KekasihNya...
Aku tidak bisa... Jadi cahaya... Bagaimana aku... Bisa jadi dirimu... Menerangi alam... Menyuluh gelap... Membuka cahaya-cahaya malam... Aga...
Followers
Labels
Aku Bukan Siapa-Siapa
Bangkitkan Syahadah Dihatiku
Belayar Mencari Penawar
Berakhirlah Sebuah Pelayaran
Bermulalah Tasbih Berlagu
Bernoktahkan Hitam
Bicara Dilautan Ajal
Buih Mana Namamu
Bunga Merah
Cahaya KekasihNya
Catatan
Cerita Keris Laksamana
Cerita Si Gila Si Bodoh
CintaMu
Diamlah Aku Di Dalam Neraka
Gabungan Madah
Hanina
Hilang Dimensi
Jiwaku Longkang
Kata Katakan
Kehausan Di Padang Kerinduan
Kejauhan Kedalaman Cahaya
Laela Syakura
Madah
Malam
Masih Ada Rahsia
Menanti Kepulangan
Muka Buku
puisi budak darjah 1
Pujangga
Ramadhan
Rantai Rindu
Resah
Sahabat
Sejarah Menjelajah Penawar
Semalam Aku Mencuit Rindu
Setia Kasih
Siapa Aku DisisiMu
Sudah Berkali
Sufi
sujud
Terima Kasih
Terimalah Warkah Cintaku
Tiada Cahaya Melainkan NurNya?
Usah Katakan Sengsara
Wahai! Waris
0 ulasan:
Catat Ulasan