Rabu, 28 Oktober 2009

Kembali Sepi...

Meredah segala duka suka...
Tanpa mengira masa...
Tanpa mengira luka...
Kerana yakin ketemu sinarNya...
Termaktub dalam Sabda...
Terpahat dalam kata...

Tetapi mengapa...
Tetap sepi...
Tetap begini...
Bangit dari mimpi...
Bangunlah wahai insan...
Berjuanglah demi Agama...
Kata percaya...

Tapi sia-sia...
Perjuangan itu...
Akhirnya kembali sepi...
Lupakah mereka...
Pada RasulNya...

RasulNya Berjuang...
Hingga keakhir nyawa...
Bila pergi RasulNya...
Mereka lupa kembali...

Diturunkan lagi RasulNya...
Mereka ikut berjuang...
Apabila pergi...
Mereka lupa kembali...

Sentiasa kembali sepi...
Dalam perjuangan ini...

9 ulasan:

  1. Ass...

    Puisi yang bagus, sangat relijius, saya jadi kesulitan untuk memeberikan komentar pada sajak tersebut. Karena saya merasa kurang religious he,,,he,,,he,,,,

    Okey, salam kenal aja dech. Semoga dengan kunjungan saya ini akan melahirkan pertalian silaturohmi yang membangun untuk kita lewat jejaring istimewa ini.

    Wass...

    BalasPadam
  2. pelangi anak...

    apapun setiap manusia...
    tahu mana arah...
    untuk mereka tuju...
    bukan kepandaian beragama...
    menjadi tunjangnya...

    BalasPadam
  3. Perjuangan menentang nafsu,
    Bertemu rona duka,
    Cabaran getir sentiasa mencengkam jiwa,
    Mengangkat senjata dgn hati,
    Membidik peluru dgn zikir kepada ILLAHI,
    Mencorak laku,
    Agar tak kaku,
    Bertasbih setiap dedaun rongga,
    Membesarkan hanya YANG MAHA ESA.

    BalasPadam
  4. kembali sepi...

    benar katamu...
    aku suka kata itu...

    bertasbihlah...
    kepada Dia...
    hanya Dia...
    Allah yang esa...

    tetapi aku tetap sepi...
    mencari-cari dijalan buntu...
    memanggil-manggil namaNya...
    agar Dia mendengar...
    agar Dia melihat...
    kesesatan aku ini...
    untuk melihat diriNya...

    BalasPadam
  5. Salam hormat dan rahayu.

    apakah kesepian itu dapat diakhiri dengan melalui situasi dimana ia seiring tetapi tidak bertemu...

    sepi dalam samadi
    sepi dalam meditasi
    sepi dalam pati geni
    yang mana mungkin dikatakan sepi dalam sepi...

    pabila kita sepi, berzikirlah kepadaNya..
    kerana melalui zikir, sepi akan luput dan hati menjadi tenteram.

    Bicarawahyu.

    BalasPadam
  6. wayujatmika...

    benar katamu...

    berzikirlah kamu...
    kau takkan sepi...
    kau takkan sunyi...

    tetapi mengapa...
    tatkala...
    kalimah dilafazkan...
    titisan hujan....
    bergelimpangan...
    sayu...
    sepi...

    adakah aku akan kenerakaNya...
    tidak mengapa...
    jika itu pilihanNya...
    kerana Dia menjadikan ku...
    itupun tidak cukup untuk aku...
    mengucapkan kasih...

    BalasPadam
  7. Muhammad itu kekasih Allah,Umat Muhammad adalah kekasih Muhammad adalah kekasih Dia juga.Lalu diuji mereka sesakit sakitnya separuh nyawa seperti sudah gila tapi tidak gila.Diangkat mertabat mereka setinggi tingginya walaupun amalan mereka pada secara kasarnya tidak seberapa.Seperti tidak beramal, tapi mereka sentiasa ingat pada Allah setiap masa.Mereka sentiasa berada didalam susah, kesempitan dan bahaya tapi tidak susah,mereka sentiasa sakit tapi tidak sakit kerana Allah tempat mereka bertawakal berserah diri dan masaalah yang mereka kepada Allah dengan redza.Mereka dikatakan tidak ada harapan untuk hidup tapi Allah memanjangkan umur mereka.Allah memperlihatkan kebesarannya sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh manusia biasa. Allah memperdengarkan sesuatu yang tidak boleh didengar oleh manusia biasa.Allah melihat dari hati mereka yang sentiasa berdukacita, sayu dan rindu, tapi kita melihat mereka secara kasarnya sangat ceria dan gembira.Pada wajah mereka nampaknya seperti berubah ubah tapi tetap wajah yang sama.Allah mengetahui apa yang mereka perlukan jadi mereka malu untuk meminta lebih mereka hanya meminta ampun.
    Dikatakan Zikir yang selalu diamalkan oleh para wali Allahhu.Zikir ini merangkumi 99 nama Allah.

    BalasPadam
  8. ABD. GHAFAR BAHARI (GOPA)...

    benar sungguh kata-katamu...
    mengingatkan aku...
    sebuah perjuangan...

    adakah nama Allah...
    hanya ada 99...

    BalasPadam